Bagaimana jika petani dapat mengetahui tanaman yang paling cocok ditanam hanya dari analisis data satelit dan kecerdasan buatan? Gagasan tersebut diwujudkan oleh mahasiswa S1 Sains Data Telkom University Purwokerto melalui proyek capstone bernama Orbitani, sebuah platform berbasis Geospatial Intelligence yang membantu pengelolaan lahan pertanian secara lebih cerdas dan berkelanjutan.

Proyek ini dikembangkan oleh Rizal Wahyu Pratama, Khulika Malkan, dan Mikhael Setia Budi dengan menggabungkan teknologi Remote Sensing, Machine Learning, dan WebGIS untuk mengubah data satelit menjadi rekomendasi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh petani dan pengelola lahan.

Melalui Orbitani, pengguna dapat memetakan lahan secara digital, memantau kondisi lingkungan, serta memperoleh estimasi parameter penting seperti kandungan unsur hara tanah (N, P, K), pH, suhu, dan kelembapan berdasarkan citra satelit. Data tersebut kemudian diolah menggunakan model Machine Learning untuk menghasilkan rekomendasi tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahan.

Yang menarik, sistem ini hadir untuk menjawab berbagai tantangan yang sering dihadapi sektor pertanian, seperti tingginya biaya sensor tanah, risiko kerugian akibat pemilihan tanaman yang tidak sesuai, hingga pemborosan pupuk yang dapat berdampak pada lingkungan.

Beberapa fitur unggulan Orbitani meliputi:

🌱 Rekomendasi tanaman berbasis Machine Learning
πŸ›°οΈ Analisis kondisi lahan menggunakan data satelit
πŸ—ΊοΈ Pemetaan lahan berbasis WebGIS
πŸ“Š Dashboard analitik untuk monitoring lahan secara real-time
🌧️ Pemantauan curah hujan dan kondisi lingkungan
πŸ‘₯ Manajemen banyak lahan dalam satu ekosistem terintegrasi

Karya ini menunjukkan bagaimana Data Science dapat berperan penting dalam mendukung transformasi sektor pertanian menuju smart agriculture. Dengan memanfaatkan data spasial dan kecerdasan buatan, keputusan yang sebelumnya mengandalkan pengalaman semata kini dapat didukung oleh analisis data yang lebih objektif dan akurat.

Melalui proyek capstone seperti Orbitani, mahasiswa S1 Sains Data Telkom University Purwokerto membuktikan bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk mengolah data, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi ketahanan pangan, efisiensi pertanian, dan keberlanjutan lingkungan. Dari data satelit, lahirlah keputusan yang lebih cerdas untuk masa depan pertanian Indonesia.