Purwokerto – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Namun, bagaimana memastikan makanan yang disajikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi secara cepat dan akurat?

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa S1 Sains Data Telkom University Purwokerto menghadirkan inovasi bertajuk “Sistem Deteksi Komposisi Makanan Bergizi Gratis (MBG) Berbasis YOLO untuk Pemantauan Gizi Seimbang.”

Proyek yang dipamerkan dalam Expo Capstone Sains Data 2026 ini memanfaatkan teknologi Computer Vision dan Artificial Intelligence (AI) untuk mengenali komponen makanan hanya melalui foto. Sistem secara otomatis mengidentifikasi berbagai jenis makanan seperti lauk pauk, makanan pokok, sayuran, buah-buahan, hingga susu, kemudian menampilkan informasi komposisi gizi secara real-time.

Melalui pendekatan ini, proses pemantauan kualitas menu MBG dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan pemeriksaan manual. Selain meningkatkan efisiensi, sistem juga membantu menghasilkan data yang lebih konsisten dan objektif.

Yang menarik, pengguna cukup mengambil foto piring makanan menggunakan perangkat kamera atau smartphone. Selanjutnya, model AI berbasis YOLO (You Only Look Once) akan mendeteksi objek makanan dalam hitungan detik dan menyajikan hasil analisis secara otomatis.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana ilmu Data Science tidak hanya berkutat pada angka dan algoritma, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Proyek ini menjadi salah satu contoh implementasi kecerdasan buatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di masa depan, teknologi serupa berpotensi mendukung evaluasi program gizi nasional secara lebih terukur, berbasis data, dan berkelanjutan.