Perkembangan teknologi kecerdasan buatan kini tidak hanya dimanfaatkan di sektor industri dan bisnis, tetapi juga mulai memberikan dampak nyata bagi dunia pertanian. Melalui kegiatan Capstone Project S1 Sains Data Telkom University Purwokerto, sekelompok mahasiswa berhasil mengembangkan Sistem Deteksi Dini Penyakit Tanaman Jagung Menggunakan Computer Vision untuk membantu petani mengenali serangan penyakit secara lebih cepat dan akurat.

Proyek ini dikembangkan oleh Zahra Adya Nindita, Hafshoh Imroatun Naila, dan Reinaldi Erlangga sebagai solusi terhadap tantangan yang sering dihadapi petani jagung. Selama ini, identifikasi penyakit tanaman masih banyak dilakukan secara manual berdasarkan pengamatan visual, sehingga membutuhkan waktu, pengalaman, dan ketelitian yang tinggi.

Padahal, keterlambatan dalam mendeteksi penyakit dapat menyebabkan penyebaran yang lebih luas dan berdampak pada penurunan hasil panen. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Sains Data menghadirkan teknologi berbasis Computer Vision yang mampu mengenali berbagai jenis penyakit dan gangguan pada tanaman jagung melalui citra atau foto tanaman.

Sistem ini dirancang untuk membantu mendeteksi berbagai kondisi yang umum ditemukan pada tanaman jagung, seperti:

– Gosong Bengkak
– Karat Daun
– Bercak Coklat Daun
– Busuk Tongkol
– Busuk Batang
– Hawar Daun
– Virus Streak
– Virus Nekrosis
– Serangan Hama Belalang, Ulat Grayak, dan Kumbang Daun

Dengan memanfaatkan teknologi pengolahan citra dan machine learning, sistem dapat mengenali pola visual pada daun maupun bagian tanaman yang menunjukkan gejala penyakit tertentu.

Menariknya, tim juga memperkenalkan konsep edukatif JAGUNG, yaitu:

Jeli melihat perubahan pada tanaman
Amati gejala secara rutin
Gejala awal harus dikenali sejak dini
Untuk pencegahan dan penanganan yang tepat
Ngatasi penyebaran penyakit dan hama
Gangguan tanaman harus segera ditindaklanjuti

Konsep ini bertujuan membantu petani memahami pentingnya deteksi dini dalam menjaga produktivitas pertanian.

Proyek ini menunjukkan bagaimana ilmu Data Science dapat berkontribusi langsung terhadap sektor pertanian. Dengan dukungan teknologi Computer Vision, proses identifikasi penyakit yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat menjadi lebih cepat, konsisten, dan terukur.

Selain meningkatkan efisiensi pengawasan lahan, sistem ini juga berpotensi membantu petani mengambil keputusan lebih cepat sehingga risiko gagal panen dapat diminimalkan.