Mengelola keuangan usaha sering kali menjadi tantangan bagi pelaku UMKM. Masih banyak transaksi yang dicatat secara manual, nota mudah hilang, hingga kesulitan memantau arus kas dan stok barang. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa S1 Sains Data Telkom University Purwokerto menghadirkan inovasi Catatku.Digital, sebuah platform pembukuan digital yang dikembangkan dalam Capstone Project 2026.

Aplikasi ini dikembangkan oleh Irena Cahya Resinah, Ersa Amelia, dan Destina Bekti Setyaningsih bekerja sama dengan UD Cahaya Sinar, sebagai solusi digital yang membantu UMKM mengelola bisnis secara lebih cepat, akurat, dan efisien.

Salah satu fitur unggulan Catatku.Digital adalah OCR (Optical Character Recognition) yang mampu membaca isi nota hanya dengan memotretnya menggunakan kamera.

Tanpa perlu mengetik ulang, informasi transaksi dapat langsung dikonversi menjadi data digital yang siap disimpan dan diolah. Teknologi ini membantu pelaku usaha menghemat waktu sekaligus mengurangi risiko kesalahan pencatatan.

Selain digitalisasi nota, Catatku.Digital juga dilengkapi berbagai fitur yang mendukung pengelolaan bisnis sehari-hari, seperti:

Scan Nota OCR untuk membaca data transaksi secara otomatis.

Pembukuan Digital yang mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan lebih rapi.

Dashboard Penjualan yang menampilkan performa bisnis secara real-time.

Manajemen Stok Barang untuk memantau ketersediaan produk dan memberikan peringatan ketika stok menipis.

Keamanan Data agar seluruh informasi transaksi tersimpan dengan aman.

Melalui dashboard yang interaktif, pemilik usaha dapat melihat perkembangan bisnis dalam satu tampilan tanpa harus membuat laporan secara manual.

Catatku.Digital menunjukkan bagaimana ilmu Data Science dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha. Dengan menggabungkan teknologi OCR, pengelolaan basis data, dan visualisasi informasi, proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu kini dapat dilakukan secara otomatis dan lebih efisien.

Solusi ini diharapkan membantu UMKM lebih fokus mengembangkan usaha, sementara pencatatan keuangan dilakukan secara digital dan terstruktur.