Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi S1 Sains Data Kampus Purwokerto, Telkom University. Salah satu dosennya, Atika Ratna Dewi, berhasil memperoleh pendanaan penelitian internal melalui Skema Penelitian Non Kerja Sama Eksternal Tahun 2026 dengan judul:

“Penerapan Strategi Kontrol Optimal Pengobatan dan Pembasmian Vektor pada Model Penyebaran Demam Berdarah Dengue Menggunakan Pontryagin Minimum Principle.”

Penelitian ini mengangkat isu kesehatan masyarakat yang hingga saat ini masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Banyumas, yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD).

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya mobilitas masyarakat, perubahan lingkungan, serta faktor iklim membuat penyebaran penyakit ini semakin sulit diprediksi dan dikendalikan.

Melalui penelitian ini, Atika Ratna Dewi mengembangkan model matematika yang mampu menggambarkan dinamika penyebaran DBD sekaligus menentukan strategi pengendalian yang paling efektif. Pendekatan yang digunakan adalah Pontryagin Minimum Principle, sebuah metode dalam teori kontrol optimal yang banyak digunakan untuk mencari keputusan terbaik dalam suatu sistem dinamis.

Model yang dikembangkan diharapkan dapat membantu pemerintah daerah, dinas kesehatan, maupun pihak terkait dalam merancang kebijakan pengendalian DBD yang lebih tepat sasaran. Dengan pendekatan berbasis data dan simulasi matematis, strategi yang diterapkan dapat memberikan dampak maksimal dengan penggunaan sumber daya yang lebih efektif.

Keberhasilan memperoleh pendanaan penelitian ini menjadi bukti komitmen Program Studi S1 Sains Data Kampus Purwokerto dalam menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung pemanfaatan ilmu data untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata di bidang kesehatan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.