Perkembangan artificial intelligence (AI) kini tidak hanya dimanfaatkan dalam dunia industri dan teknologi digital, tetapi juga mulai memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hal inilah yang ditunjukkan oleh dosen Program Studi Sains Data Telkom University Purwokerto melalui riset inovatif mengenai prediksi harga beras di Indonesia yang berhasil dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus.

Penelitian yang dilakukan oleh Atika Ratna Dewi bersama tim peneliti tersebut mengangkat judul “Multivariate Time Series Modeling Using Vector Autoregression for Rice Price Prediction in Indonesia”. Riset ini memanfaatkan pendekatan data science dan pemodelan Vector Autoregression (VAR) untuk membaca pola perubahan harga beras berdasarkan berbagai faktor ekonomi yang saling berkaitan.

Beras dipilih karena menjadi komoditas pangan utama masyarakat Indonesia sekaligus salah satu indikator penting stabilitas ekonomi nasional. Dalam penelitian ini, tim peneliti menganalisis hubungan harga beras dengan variabel lain seperti harga ayam, harga telur, inflasi, hingga nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat. Dengan memanfaatkan data periode Januari 2022 hingga Desember 2023, model AI yang dikembangkan mampu menghasilkan prediksi dengan tingkat akurasi yang sangat baik.

Menariknya, hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan atau penurunan harga beras ternyata memiliki keterkaitan kuat dengan dinamika harga bahan pangan lain dan kondisi ekonomi global. Temuan ini menjadi bukti bahwa teknologi AI dan analisis data dapat membantu memahami pola ekonomi secara lebih mendalam dan terukur.

Bagi dunia akademik, keberhasilan publikasi internasional ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Prodi Sains Data Telkom University Purwokerto. Namun lebih dari itu, riset ini juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Prediksi harga pangan berbasis AI berpotensi membantu pemerintah dan pemangku kebijakan dalam mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga serta mengantisipasi gejolak pangan di masa mendatang.

Capaian ini sekaligus menunjukkan bagaimana bidang data science dapat hadir sebagai solusi nyata untuk berbagai persoalan nasional. Dari kampus di Purwokerto, inovasi berbasis AI kini turut berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia melalui pemanfaatan teknologi, statistik, dan kecerdasan data modern.