Kabar membanggakan datang dari Program Studi S1 Sains Data Telkom University Purwokerto. Tim mahasiswa Sains Data berhasil lolos pendanaan Hibah Inovasi Terapan 2026 melalui proyek inovatif yang menggabungkan teknologi sensor dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung restorasi lahan berbasis data presisi.

Tim yang diketuai oleh Rizal Wahyu Pratama bersama anggota Khulika Malkan dan Mikhael Setia Budi berhasil mendapatkan pendanaan hibah dengan judul proyek:

“Penerapan Algoritma Random Forest pada Fusi Data Sensor dan Remote Sensing untuk Restorasi Lahan Presisi.”

Menariknya, proyek ini mengangkat isu yang sangat relevan dengan tantangan masa kini, yaitu bagaimana teknologi AI dapat membantu pemulihan dan pengelolaan lahan secara lebih cerdas, efisien, dan berbasis data.

Di tengah meningkatnya isu perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan kerusakan lahan, kebutuhan terhadap sistem pemantauan berbasis teknologi menjadi semakin penting. Tim mahasiswa Sains Data mencoba menjawab tantangan tersebut dengan memanfaatkan kombinasi data sensor lapangan dan remote sensing atau penginderaan jauh dari citra satelit.

Melalui pendekatan ini, sistem dapat membantu membaca kondisi lahan secara lebih detail dan akurat. Teknologi AI menggunakan algoritma Random Forest untuk menganalisis berbagai parameter lingkungan dan menghasilkan informasi yang mendukung proses restorasi lahan secara presisi.

Kalau dianalogikan, teknologi ini bekerja seperti “dokter digital” untuk lingkungan. Sistem mampu membantu mengidentifikasi kondisi lahan dan memberikan gambaran area yang membutuhkan penanganan lebih lanjut berdasarkan data yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

Yang membuat inovasi ini menarik adalah penggunaan konsep data fusion, yaitu penggabungan berbagai jenis data menjadi satu sistem analisis yang lebih komprehensif. Dengan mengombinasikan sensor dan citra satelit, hasil analisis menjadi lebih kuat dibanding hanya menggunakan satu sumber data saja.

Keberhasilan lolos pendanaan Hibah Inovasi Terapan 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa Sains Data Telkom University tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi untuk menjawab permasalahan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Program hibah ini sendiri menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan inovasi yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar. Dari berbagai proposal yang diajukan, proyek dari tim Sains Data berhasil menjadi salah satu yang mendapatkan pendanaan untuk direalisasikan lebih lanjut.

Capaian ini sekaligus menunjukkan bagaimana bidang Data Science kini semakin luas penerapannya. Tidak hanya berkaitan dengan aplikasi digital atau media sosial, tetapi juga mulai berperan penting dalam pengelolaan lingkungan, smart agriculture, hingga mitigasi perubahan iklim.