Tahun 2026 menjadi era keemasan Artificial Intelligence (AI). AI kini mampu membuat aplikasi, menulis laporan, membuat desain, menerjemahkan berbagai bahasa, bahkan membantu mahasiswa mengerjakan tugas hingga larut malam. Namun, ada satu masalah yang hingga saat ini masih gagal diselesaikan oleh AI.

Harga BBM.

Para peneliti dunia telah berhasil menciptakan AI yang bisa menjawab soal setingkat doktor, tetapi belum ada AI yang mampu menjawab pertanyaan paling sulit rakyat Indonesia:

“Kalau isi bensin full tank, makan siang saya masih aman nggak?”


Menurut laporan terbaru, kemampuan AI meningkat sangat pesat dan kini mendekati bahkan melampaui manusia pada berbagai benchmark teknis.

Sayangnya, ketika diberi pertanyaan berikut:

Input:
“Harga BBM naik. Gaji tetap. Solusinya?”

Output AI:
“Loading…”

“Loading…”

“Loading…”

“Saya sarankan naik sepeda.”


Bahkan para Data Scientist mulai menghadapi tantangan baru.

Dulu mereka menganalisis:

  • Big Data
  • Machine Learning
  • Deep Learning
  • Computer Vision

Sekarang mereka menganalisis:

  • Jarak rumah ke kantor
  • Konsumsi bensin per liter
  • Tanggal gajian berikutnya
  • Saldo rekening yang terus melakukan unsupervised learning

AI juga terkenal sangat pintar membuat prediksi.

Tetapi ada prediksi yang paling ditunggu masyarakat Indonesia:

“Kapan harga BBM turun?”

AI menjawab:

“Dataset tidak ditemukan.”


Sementara itu, mahasiswa Sains Data juga mulai memanfaatkan AI untuk membantu kehidupan sehari-hari.

Prompt yang paling sering digunakan bukan lagi:

“Buatkan model prediksi menggunakan XGBoost.”

melainkan:

“Jika motor saya 45 km/liter, jarak kampus 12 km, uang di dompet Rp50.000, dan tanggal muda masih 10 hari lagi, apakah saya bisa bertahan?”


Pada akhirnya, kita menyadari bahwa AI memang semakin cerdas.

AI bisa mengenali wajah. AI bisa membuat gambar. AI bisa menulis kode. AI bisa mengalahkan manusia dalam berbagai kompetisi.

Tetapi hanya masyarakat Indonesia yang bisa melakukan kemampuan tingkat dewa:

Menghitung jarak tempuh, konsumsi BBM, diskon e-commerce, cashback e-wallet, dan saldo rekening secara bersamaan dalam waktu kurang dari 3 detik.

Itulah Artificial Intelligence versi Indonesia.

Bukan AI = Artificial Intelligence.

AI = “Ayo Irit.”