Himpunan Mahasiswa Sains Data Telkom University Purwokerto kembali menghadirkan kegiatan inspiratif melalui Sharing Session Alumni Sains Data yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan alumni Sains Data angkatan 2021, Raphon Galuh Candraningtyas, yang saat ini menempuh studi lanjut di Mie University, Jepang, melalui program beasiswa MEXT Scholar.
Mengusung tema “From Purwokerto to Japan: Navigating Data Science & Global Scholarships”, sesi ini membahas perjalanan akademik, pengalaman organisasi, hingga strategi memperoleh kesempatan studi internasional. Dalam paparannya, Raphon membagikan kisah bagaimana ketertarikannya pada bidang data science berkembang sejak masa kuliah hingga berhasil membawa dirinya menempuh pendidikan di Jepang.
Selain aktif sebagai mahasiswa, Raphon juga memiliki berbagai pencapaian akademik dan penelitian. Ia pernah meraih Juara 1 Undergraduate Category pada ajang 2nd International Article Writing Competition 2024 yang diselenggarakan oleh Multimedia University. Di bidang riset, ia terlibat dalam berbagai publikasi ilmiah terkait machine learning, computer vision, hingga analisis kesehatan berbasis AI, seperti Human Fall Motion Prediction, optimasi clustering Grey Wolf Algorithm, dan analisis perilaku wajah untuk asesmen depresi.
Tidak hanya membahas pencapaian akademik, sesi ini juga memberikan motivasi kepada peserta mengenai pentingnya membangun portofolio sejak dini, memperluas relasi, serta berani mencoba hal-hal baru. Raphon menekankan bahwa kesempatan besar datang kepada mereka yang mempersiapkan diri dengan baik. Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama yang mendapat perhatian peserta selama sesi berlangsung.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan yang antusias berdiskusi mengenai studi lanjut, peluang beasiswa luar negeri, hingga pengembangan karier di bidang data science. Melalui kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Sains Data berharap mahasiswa semakin termotivasi untuk aktif mengembangkan kompetensi akademik maupun non-akademik agar mampu bersaing di tingkat global.
Sharing session ini menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah juga memiliki peluang besar untuk menembus dunia internasional melalui kerja keras, konsistensi, dan kesiapan menghadapi tantangan global di era teknologi dan kecerdasan buatan.
Related Posts

Spatial Downscaling vs Panchromatic Satellite Data: Kenapa Ada Citra Satelit yang Bisa Jadi Lebih Tajam?

Spatial vs Temporal Downscaling: Kenapa Satelit Kadang “Blur”, Tapi Kadang “Terlambat”?

GLCM pada Object-Based Classification: “Senjata” AI untuk Membaca Tekstur pada Citra Satelit

Hybrid Pixel-Based dan Object-Based: Evolusi Baru AI dalam Membaca Citra Satelit

Pixel-Based vs Object-Based: “Duel” Teknologi AI dalam Membaca Citra Satelit
