Artificial Intelligence (AI) kini semakin banyak digunakan di dunia kesehatan, termasuk untuk membantu mendeteksi penyakit berbahaya lebih cepat. Salah satu inovasi terbaru datang dari peneliti Program Studi S1 Sains Data Telkom University yang berhasil mengembangkan model AI untuk membantu deteksi dini kanker kolorektal menggunakan teknologi deep learning.
Penelitian tersebut dipublikasikan pada jurnal internasional terindeks Scopus dengan judul “Data Enhancement to Improve CNN Accuracy for Early Detection of Colorectal Cancer.” Fokus utama penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan AI dalam membaca citra medis endoskopi agar proses deteksi kanker bisa dilakukan lebih akurat sejak tahap awal.
Kanker kolorektal sendiri menjadi salah satu jenis kanker dengan angka kematian yang cukup tinggi di dunia. Salah satu tantangan terbesar dalam penanganannya adalah proses deteksi dini, karena banyak kasus baru teridentifikasi ketika kondisi pasien sudah memasuki stadium lanjut.
Melalui penelitian ini, tim peneliti mencoba memanfaatkan teknologi Convolutional Neural Network (CNN), salah satu metode deep learning yang terkenal sangat baik dalam mengenali pola gambar dan citra medis. Sistem AI dilatih untuk membedakan tiga kondisi pada citra endoskopi, yaitu normal, polip, dan kanker.
Namun yang menarik, penelitian ini tidak hanya fokus pada model AI saja, tetapi juga pada proses data enhancement atau peningkatan kualitas dataset. Tim peneliti melakukan berbagai tahapan seperti data augmentation, penanganan outlier, validasi data, hingga class balancing agar AI mampu belajar dari data yang lebih berkualitas dan lebih beragam.
Ibaratnya, AI tidak hanya diberi banyak contoh gambar, tetapi juga “dilatih” menggunakan data yang lebih rapi dan lebih representatif sehingga kemampuannya dalam mengenali pola kanker menjadi lebih baik.
Hasilnya cukup menjanjikan. Model CNN yang dikembangkan berhasil mencapai akurasi hingga 86 persen, dengan peningkatan performa yang signifikan terutama pada kemampuan mendeteksi kelas kanker. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas data memiliki pengaruh besar terhadap kecerdasan dan ketepatan sistem AI di bidang kesehatan.
Teknologi seperti ini memiliki potensi besar di masa depan, terutama untuk mendukung tenaga medis dalam proses skrining dan diagnosis awal. Dengan bantuan AI, proses analisis citra medis dapat dilakukan lebih cepat, lebih konsisten, dan membantu mendeteksi indikasi kanker sejak dini.
Menariknya, konsep AI di bidang kesehatan saat ini memang berkembang sangat pesat. Mulai dari analisis hasil radiologi, deteksi penyakit berbasis citra medis, hingga pengembangan precision medicine, semuanya mulai memanfaatkan machine learning dan deep learning sebagai teknologi utama.
Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi AI dari Telkom University tidak hanya berkembang di bidang teknologi digital, tetapi juga mulai memberikan kontribusi nyata di sektor kesehatan. Kolaborasi antara data science dan dunia medis membuka peluang besar untuk menghadirkan solusi kesehatan yang lebih modern, cepat, dan berbasis teknologi cerdas.
Related Posts

AI untuk Ketahanan Pangan: Dosen Sains Data TUP Ungkap Pola Harga Beras Indonesia

Dosen Prodi Sains Data Telkom University Purwokerto Tingkatkan Literasi Digital Guru Desa melalui Pelatihan Microsite

Alumni Sains Data TUP Raih Beasiswa Bergengsi Jepang: Raphon Galuh Candraningtyas Lanjutkan Langkah ke Mie University

Alumni Sains Data TUP Tembus Industri Nasional: Dari Ruang Kuliah Menuju Data Scientist di PT Pupuk Indonesia

Temu Alumni Sains Data TUP, Perkuat Relasi dan Kolaborasi untuk Kemajuan Prodi
